Selasa, 14 Mei 2019

Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Depresi Pada Lansia



Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Depresi Pada Lansia

Nama : Deasy Dwi Yulianti
NIM    : C1AA18028


Proses menua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan yaitu anak, dewasa dan tua. Tiga tahap ini berbeda, baik secara biologis, maupun psikologis. Masalah psikologis  yang sering menyertai adalah depresi.
Depresi sering disebut suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan. Dapat berupa serangan yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam. Lanjut usia yang mengalami depresi tentu akan mengurangi produktifitas dan peran serta dalam pembangunan bangsa, selain depresi pada lanjut usia adalah menurunnya harapan dan kualitas hidup pada lanjut usia itu sendiri, serta meningkatkan ratio ketergantungan usia lanjut (old age ratio dependency).Adapun Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Depresi pada Lanjut Usia antara lain:
1.         Usia
2.         Jenis Kelamin
3.         Status Perkawinan
4.         Riwayat Penyakit
5.         Tingkat Pendidikan
6.         Dukungan Keluarga
       Sehingga diperlukan penanganan serius terhadap masalah psikologis yang dialami lanjut usia khususnya Depresi. salah satunya terapi non farmakologis yang dapat mencegah dan mengatasi depresi pada lansia adalah terapi tertawa (laughter therapy) terapi tertawa (laughter therapy)
       Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa benar-benar bermanfaat. Tertawa 5-10 menit bisa merangsang pengeluaran endhorphin dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga melatonin. Ketiga ini merupakan zat baik untuk otak sehingga kita bisa merasa lebih tenang. Terapi tertawa merupakan teknik yang mudah dilakuakan, tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat
Tahap pelaksanaan terapi tertawa :
1.    Lakukan pemanasan terlebih dahulu dengan cara menghirup napas melalui hidung, tahan nafas selama 15 detik dengan pernapasan perut. Lalu hembuskan secara perlahan melalui mulut. Lakukan tiga kali berturut-turut.
2.      Kemudian pemandu terapi mengemukakan pada kelompok bahwa terapi akan dimulai.
3.   Pemandu kemudian tertawa lebar (haa-haa-haa-hii-hii-huu-huu) dan diikuti oleh anggota kelompok dengan saling berhadapan, bertatap muka dan menertawakan satu sama lain.
4. Tertawa ini bisa berlangsung selama 15 detik. Setelah 5 menit, kembali tertawa (menyuarakan hii-hii-hii). Bila kurang kompak, lakukan kembali dengan menyuarakan (huu-huu-huu). Sampai semua kompak saat melakukan latihan terapi tertawa.
5.    Setelah dilakukan pemanasan, kemudian pemandu memberikan media untuk terapi tertawa dengan menggunakan video lucu.
6.      Kemudian lakukan 4 kali seminggu selama 15 detik pada jam 09.00 pagi.
       Dari berbagai macam manfaat tertawa itu sendiri dapat menurunkan skor depresi. Rasa bahagia yang ditimbulkan dari tertawa mampu menjadi persepsi dari pengalaman sensasi yang menyenangkan.Sensasi ini disimpan di dalam sistem syaraf dan mampu menimbulkan mekanisme koping yang positif. Mekanisme koping yang positif mampu menjadikan impuls yang positif pula, sehingga menjadi koping yang adaptif dan dapat menurunkan depresi pada lanjut usia. Itu artinya adanya Pengaruh efektifitas terapi tertawa terhadap penurunan tingkat depresi pada lanjut usia.
 
~Terima Kasih Semoga Bermanfaat :)

REFERENSI 

Umamah, F., & Mufarrihah, N. (2018) Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lanjut Usia Di  UPTD Griya Werdha Surabaya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 11, No. 1, Februari 2018, hal 43-50
  
Puspitasari, N., Hrtati, E., & Supriyono, M. (2016) Efektifitas Terapi Humor Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Lanjut Usia Di Panti Wredha Pucang Gading Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan (JIKK), Vol. ... No. .. 

Kurniwan, A., Mahyudin., & Fitriangga, A. (2016) Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Depresi Pada Lanjut Usia Di Panti Graha Werdha Marie Yoseph Pontianak. Jurnal ProNers  3 (1), 2016 

Hyoung, J. H., Min, K, P., & Heeok, P. (2017) Effects of Laughter Therapy on Depression and Sleep among Patients at Long-term Care Hospitals. Korean Journal of Adult Nursing (Korean J Adult Nurs) Vol. 29 No. 5, 560-568, October 2017 

Ghodsbin, F., Ahmadi, Z, S., Jahanbn, I., & Sharif, F. (2015) The Effects of Laughter Therapy on General Health of Elderly People Referring to Jahandidegan Community Center in Shiraz, Iran, 2014: A Randomized Controlled Trial. International journal of community based nursing and midwifery 3 (1), 31, 2015